Thursday, December 7

Pondasi Tiang Pancang, Apa Bedanya Dengan Bored Pile?

Pada dasarnya, pondasi tiang pancang berperan sebagai pondasi bangunan yang sangat kokoh karena mampu menyalurkan beban konstruksi ke bagian tanah paling dalam sehingga struktur bangunan lebih stabil. Pondasi tiang pancang ini juga disebut-sebut sebagai salah satu jenis pondasi yang terbaik untuk membangun ruma/bangunan bertingkat yang kuat. Pondasi tiang pancang merupakan salah satu jenis pondasi rumah/bangunan bertingkat yang biasanya terbuat dari beton murni, baja, atau bahkan ada juga yang terbuat dari kayu. Pondasi tiang pancang dianggap sebagai salah satu jenis pondasi terkuat yang bisa kita gunakan untuk membangun rumah/bangunan bertingkat. Dalam mendirikan sebuah bangunan, tentu saja kita menginginkan hasil yang kokoh dan tahan guncangan bukan? Karena itulah, pondasi jenis ini seringkali menjadi pilihan para pelaksana konstruksi.

Perbedaan antara pondasi bored pile dengan Tiang Pancang terletak pada teknis konstruksi pondasi tersebut. Bilamana konstruksi pondasi bored pile dilaksanakan dengan cara menggali lubang bor terlebih dahulu, dan kemudian mengisinya dengan meterial beton, sedangkan konstruksi pondasi tiang pancang dilaksanakan dengan cara mendesak tiang pancang (beton) ke dalam tanah disekitarnya (displacement pile), dan kemudian beton tersebut dicor dalam keadaan basah dan akan mengalami masa curing di bawah permukaan tanah.

Ada dua cara atau sistem pemancangan tiang pancang. Cara pertama adalah dengan menggunakan drop hammer sys. Dalam proses ini tipe tiang yang digunakan adalah segitiga (28 cm; 32 cm atau segiempat (20 cm; 25 cm), dengan tinggi jatuh hammer 1 meter dan berat hammer 1500 kg. Keuntungan menggunakan cara pertama adalah harga mob/demob murah serta mobilisasi dan setting alat pancang cepat. Cara kedua adalah dengan menggunakan hydraulic jacked piling system. Dalam proses ini tipe tiang yang digunakan adalah segiempat (20 cm; 25 cm), dengan kapasitas tekan segiempat 20 cm seberat 70 ton dan kapasitas tekan segiempat 25 cm seberat 100 ton, serta untuk sistem tekan menggunakan sistem jaw system. Keuntungan menggunakan cara kedua adalahh detaran saat pemancangan sangat sedikit, bahkan tidak ada sama sekali, serta tidak ada suara bising akibat pukulan hammer karena menggunakan sistem hydrolik. Maka, cara manakah yang menurutmu lebih efisien untuk proses konstruksi pondasi bangunanmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *