Tuesday, September 21

Alat Pelindung Diri Pekerja Konstruksi

Alat Pelindung Diri

Alat Pelindung Diri | Dalam dunia konstruksi, segala sesuatu hal sangat bisa terjadi. Terutama kecelakaan kecelakaan kerja. Hal ini tentunya menjadi perhatian utama para pekerja yang bergerak di bidang konstruksi pembangunan.

Selama para pekerja menaati peraturan dan K3 di dunia konstruksi, hal ini bisa saja dihindari. Tetapi masih ada saja kemungkinan kecelakaan kerja. Apalagi pekerja yang tidak menaati peraturan dan K3 yang berlaku. Sudah pasti kemungkinan akan terjadinya kecelakaan kerja sangat tinggi.

Dari berbagai masalah diatas, ada beberapa hal untuk mengurangi terjadinya kecelakaan kerja. Seperti memakai Alat Pelindung Diri, Mematuhi Protokol Kesehatan, Mematuhi K3, dll.

Alat Pelindung Diri

Berikut kami sajikan beberapa Alat Pelindung Diri yang perlu dipakai atau ditaati oleh pekerja proyek, seperti :

  1. Safety Helmet / Helm Pelindung
  2. Sarung tangan
  3. Rompi
  4. Sepatu Safety
  5. Kacamata Pelingdung
  6. Faceshield / Pelindung Wajah, dan tentunya masih banyak lagi.

Selain Alat Pelindung Diri diatas, ada juga beberapa cara untuk melindungi pekerja dari wabah Covid yang saat ini terjadi. Seperti yang kita ketahui, Wabah Covid-19 suda ada di Indonesia sejak tahun lalu, tepatnya di bulan Maret 2020.

Wabah Covid di Indonesia membawa pengaruh buruk dalam dunia konstruksi. Seperti mogoknya konstruksi pembangunan, anjloknya ekonomi sehingga menyebabkan tidak adanya dana. Hal ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap dunia konstruksi.

Kita harus bersyukur, karena lambat laun, konstruksi di Indonesia masih bisa tetap berjalan. Dimana dengan adanya konstruksi tersebut, banyak lapangan kerja yang disediakan. Kita juga tidak boleh lupa untuk selalu menaati protokol kesehatan Covid-19.

Protokol Kesehatan Covid-19 disini bisa kita laksanakan dengan 4M, yaitu :

  1. Mencuci Tangan
  2. Memakai Masker
  3. Menjaga Jarak
  4. Menghindari Kerumunan

Dari beberapa cara yang kami sebutkan diatas, kami berharap para pekerja proyek bisa menaati peraturan yang ada. Hal ini tentu saja sangat membantu pekerjaan di bidang konstruksi. Siapa sih yang mau Konstruksi berhenti akibat adanya kecelekaan kerja? pasti tidak ada, karena yang dirugikan juga dari kedua belah pihak.

Misalkan di suatu proyek konstruksi ada yang positif covid-19, siapa yang rugi? semua yang bekerja di proyek tersebut sudah pasti dirugikan. Proyek akan mogok karena para pekerja diharuskan isolasi mandiri. Mari kita jaga perkembangan dunia konstruksi dengan menaati segala peraturan yang ada.

Dengan kita menjaga kesehatan dan keamanan suatu proyek, sama dengan menjaga orang-orang yang membutuhkan pekerjaan di proyek tersebut. Mari kita laksanakan peraturan tersebut. Terima Kasih!.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *